Inilahcom Menuju DKI 1

Polisi Buru Akun Twitter Ancam Bunuh Jokowi

MUHAMMAD YUSUF AGAM   Jumat, 19 Januari 2018 10:38 WIB
Polisi Buru Akun Twitter Ancam Bunuh Jokowi
Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Mohammad Iqbal - (Foto: Istimewa)
SHARE
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Sebuah akun twitter bernama @AchmadBassrofi memposting kata-kata berupa ancaman untuk membunuh Presiden Joko Widodo. Polisi kini bergerak memburu pemilik akun tersebut.

"Tim sudah turun, beberapa hari lalu begitu viral langsung cari target," ujar Kanit lll Subdit lll Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri ketika dikonfirmasi INILAHCOM, Jumat (19/1/2018).

Sementara itu, Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Mohammad Iqbal mengatakan polisi akan melakukan penyelidikan untuk menemukan pemilik akun tersebut. Menurutnya, Presiden Jokowi merupakan simbol negara yang harus dilindungi dari ancaman apapun.

"Presiden itu simbol negara, kewibawaan negara. Pergerakan presiden saja harus ada pengamanan khusus karena simbol negara gitu kan, kalau ada yang ancam dimanapun itu," kata Iqbal.


"Apalagi di medsos tentunya pasti itu langkahnya tim siber kita akan bergerak, sampai menemukan pemilik akun," imbuh dia.

Iqbal menerangkan bahwa proses hukum yang dilakukan oleh Polri yakni bentuk pencegahan. Masyarakat diminta untuk tak mudah percaya dengan informasi-informasi yang menyesatkan.

"Proses hukum yang dilakukan oleh polisi adalah upaya pencegahan, dua yang kita cegah. Yang Pertama mencegah agar tidak ada lagi pelaku-pelaku yang seenaknya melakukan perbuatan pidana. Kedua juga cegah korban-korban yang terprovokasi atau akan terprovokasi,"" kata Mantan Kapolrestabes Surabaya ini.

Cuitan akun Twitter @AchmadBassrofi yang memposting ancaman itu, bermula saat membalas cuitan akun Twitter warganet lainnya. Namun cuitan yang diposting pada 16 Januari 2018 itu kini telah dihapus.

Posting tersebut berbunyi, "Tembak mati jokowi sampai darah keturunannya memakai mandat utama patriot kepahlawanan para pahlawan pejuang bangsa dan negara kesatuan republik indonesia(indonesia) sah dan mutlak menjadi pahlawan tunggal negara Negara Kesatuan Republik Indonesia (Indonesia)."

Ternyata itu bukan kali pertama akun @AchmadBassrofi mengancam Jokowi. Dia juga pernah mencuit ancaman serupa pada 29 Oktober 2017.'[rok]