Inilahcom Menuju DKI 1

Jokowi akan Kunjungan Negara ke Asia Selatan

AHMAD FARHAN FARIS   Kamis, 18 Januari 2018 21:22 WIB
Jokowi akan Kunjungan Negara ke Asia Selatan
Menteri Luar Negeri, Retno Lestari Marsudi - (Foto: inilahcom)
SHARE
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Menteri Luar Negeri, Retno Lestari Marsudi mengatakan Presiden Joko Widodo (Jokowi) rencananya akan melakukan kunjungan kenegaraan dan kunjungan resmi Presiden ke beberapa negara Asia Selatan. Atas rencana tersebut sehingga hari nini digelar rapat terbatas di Istana Negara.

"Sebelum rapat dengan Presiden, kita di tingkat menteri dibawah koordinasi Menteri Ekonomi karena memang fokusnya kerja sama ekonomi. Maka, Pak Menko Ekonomi menjadi tuan rumah pertemuan tersebut," kata Retno di Istana Negara.

Menurut dia, ada beberapa yang sudah dibahas melakukan persiapan kunjungan resmi kenegaraan Presiden Republik Indonesia pekan depan.

Rencananya, ada lima negara yang dikunjungi seperti Srilanka, India, Pakistan, Bangladesh dan Afghanistan.

"Nah, kalau kita lihat hubungan kerja sama kita dengan lima negara tersebut. Maka tampak sekali bahwa kalau kita lihat paling tidak tiga di antara lima negara adalah negara dengan penduduk yang cukup besar," ujarnya.

Ia menjelaskan kunjungan ini merupakan 'new opportunities' untuk Indonesia mengembangkan, memperkokoh kerja sama ekonomi dengan negara-negara tersebut. Yakni, kerja sama ekonomi diterjemahkan dalam bentuk apa, satu di dalam bentuk perdagangan.

"Perdagangan kita dengan mereka cukup besar dan terus bertambah, tidak hanya menyangkut barang-barang yang sifatnya primer misalnya barang mentah seperti batu bara," jelas dia.

Selain itu, kerja sama dengan Bangladesh juga sudah dilakukan selama dua tahun berturut-turut mengekspor 150 ditambah 250 gerbong kereta api. Success story seperti ini ingin dikembangkan ke wilayah sekitarnya, maka juga coba masuk ke Srilanka dan negara-negara sekitarnya.

"Kedua, tentunya dengan negara-negara tersebut ada juga opportunities di bidang investasi. Investasi lebih kepada investasi kita ke mereka. Jadi fokusnya sekali lagi di ekonomi, selain itu tentunya kita diplomasi untuk kemanusiaan, diplomasi perdamaian kita juga akan kita bawa dalam kunjungan presiden ke lima negara," tandasnya.[jat]