Inilahcom Menuju DKI 1

ICW: Fredrich Langgar Etika Profesi Advokat

MUHAMAD YUSUF AGAM   Minggu, 14 Januari 2018 19:16 WIB
ICW: Fredrich Langgar Etika Profesi Advokat
Fredrich Yunadi - (Foto: inilahcom)
SHARE
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah menahan Fredrich Yunadi, mantan pengacara Setya Novanto. Fredrich ditetapkan tersangka karena diduga menghalangi penyidikan terhadap Novanto.

Peneliti Indonesia Coruption Watch (ICW), Tama S Langkun menanggapi pernyataan Fredrich yang menyebut Advokat tidak bisa dipidana saat membela klien. Menurutnya, Fredrich bukan Advokat pertama yang di penjara lantaran merintangi penyidikan kliennya.

"Pesan yang bisa dilihat sebenarnya mana yang melanggar profesi pasti dia paham sekali, karena dia menegakkan hukum," kata Tama di kantor ICW, Minggu (14/1/2018).

Tama menambahkam profesi seorang Advokat mempunyai etika. Dalam etika itu, seharusnya Fredrich tau betul mana yang akan melanggar etika profesi sebagai Advokat.

"Ketika orang-orang menjalankan profesinya dengan penuh etika, dia tidak akan dipidana ketika jurang etika sudah diterobos, pasti dia dekat dengan pidana," ungkap Tama.

Diketahui, pada perkara ini, Fredrich Yunadi dan Dokter Rumah Sakit Medika Permata Hijau Jakarta, Bimanesh Sutarjo sudah dijadikan tersangka oleh KPK. Keduanya diduga telah memanipulasi data Novanto agar menghindari pemeriksaan KPK.

Malah, Fredrich diduga telah memesan kamar di RS Medika Permata Hijau, sebelum Novanto kecelakaan.

Mereka berdua dijerat dengan Pasal 21 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dalam Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP. [ind]