Inilahcom Menuju DKI 1

Sejuta Asa Ibu Kota di Tengah Keterbelahan Warga

R FERDIAN ANDI R   Senin, 16 Oktober 2017 18:55 WIB
Sejuta Asa Ibu Kota di Tengah Keterbelahan Warga
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan bersama Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno saat serah terima jabatan Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta di Balai Agung, Jakarta, Senin (16/10). - (Foto: inilahcom/Eusebio Chrysnamurti)
SHARE
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Anies Baswedan dan Sandiaga Uno resmi dilantik sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta. Sejuta asa ada di pundak dua pasangan ini. Di sisi lain, keterbelahan warga seusai Pilkada lalu menjadi pekerjaan khusus pasangan ini.

Anies-Sandi resmi dilantik Presiden Joko Widodo sebagai pasangan Gubernur-Wakil Gubernur DKI Jakarta periode 2017-2022. Duet ini memenangkan Pilkada 2017 lalu di putaran kedua melawan pasangan Basuki Tjahaja Purnama-Djarot Saiful Hidayat.

Sejumlah program andalan yang memikat publik seperti program KJP Plus, menolak reklamasi, DP rumah 0 persen, mengendalikan kebutuhan harga pokok, meningkatkan kualitas pendidikan kejuruan dan lain-lain.

Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto mengakui masalah di Jakarta cukup rumit, kompleks dan berat. Ia berharap pasangan ini dapat berhasil mengemban tugas. "Kami pesan beliau adalah gubernur untuk seluruh rakyat yang memilih beliau dan yang tidak memilih beliau," harap Prabowo.

Pesan Prabowo ini memang cukup kontekstual. Setidaknya, persoalan yang mencuat pasca-Pilkada DKI Jakarta terdapat keterbelahan masyarakat DKI Jakarta. Polarisasi dua kekuatan cukup ekstrem hingga saat ini. Anies-Sandi dituntut kreatif untuk merangkul seluruh komponen masyarakat Jakarta. Bekerja yang baik dan benar, setidaknya akan menjawab keraguan publik yang saat Pilkada tidak mendukungnya.

Peneliti Pusat Kajian Kebijakan Publik dan Hukum (Puskapkum) Indra L Nainggolan mengatakan kepemimpinan Anies-Sandi di DKI Jakarta memiliki tantangan yang tidak kecil. Menurut dia, selain mempertahankan capaian yang dilakukan Ahok-Djarot, Anies-Sandi dituntut untuk memperbaiki hubungan dengan DPRD DKI Jakarta. "Hubungan Pemprov dengan DPRD harus dirajut kembali. Meski harus dimaknai bukan berarti kongkalikong," ingat Indra.

Indra juga mengingatkan agar pasangan Anies-Sandi memperhatikan aspek pelayanan publik. Reformasi birokrasi, kata Indra, juga harus dipertajam di Pemprov DKI Jakarta. Menurut dia, kunci pelayanan publik berada di reformasi birokrasi. "Reformasi birokrasi harus dilakukan di birokrasi DKI Jakarta," imbuh Indra.

Anggota DPR RI dari Fraksi PAN Anang Hermansyah meminta agar Anies-Sandi menggenjot sektor ekonomi kreatif di Jakarta. Menurut dia, DKI Jakarta merupakan provinsi terendah di Jawa dalam ekspor ekonomi kreatif. "DKI Jakarta itu provinsi terendah se-Jawa dalam hal ekspor ekonomi kreatifnya tahun 2016 hanya 10,50 persen," ujar Anang di Gedung DPR, Kompleks Parlemen Senayan Jakarta, Senin (16/10/2017).

Semestinya, kata Anang, DKI Jakarta secara peluang dan potensi jauh lebih besar dibanding provinsi lainnya khususnya di Jawa seperti Jabar (33,56%), Jatim (20,58%), Banten (15,66%) dan Jateng) 14,02%). "DKI Jakarta itu ibukota negara, dari segi fasilitas infrastruktur dan rentang kendali dengan pemerintah pusat cukup dekat. Tapi cukup ironi, rangkingnya terendah se Jawa," ungkap Anang.