Inilahcom Menuju DKI 1

Penangkapan Fredrich Dinilai Bukan Kriminalisasi

MUHAMAD YUSUF AGAM   Minggu, 14 Januari 2018 16:21 WIB
Penangkapan Fredrich Dinilai Bukan Kriminalisasi
Fredrich Yunad - (Foto: inilahcom)
SHARE
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Yayasan Lembaga Bantuan Hukum menyebut, tudingan mantan pengacara Setya Novanto, Fredrich Yunadi terkait penangkapan oleh KPK tidak mendasar.

Sebab, penetapan tersangka yang berujung penagkapan oleh KPK kepada Fredrich dilandasi dengan bukti-bukti. Yakni, adanya bukti dugaan Fredrich sebagai pengacra telah menghalang-halangi proses penyidikan kasus KTP-el saat Novanto masih menjadi tersangka.

"Kriminalisasi harus dimaknai sebagai sebuah tindak pidana tetapi tidak ada dasar hukum. Undang-undang nomor 18 tahun 2003 (UU Advokat) memang menjamin, baik di dalam maupun di luar pengadilan tidak dapat dituntut dalam menjalankan tugasnya dengan itikad baik membela klien," kata Julianus di kantor ICW, Jakarta, Minggu (14/1/2018).

Terlebih, kata dia, dalam Pasal 16 UU Advokat yang diperluas putusan Mahkamah Konstitusi nomor 26/PPU-XI/2013. Dalam perluasan itu, perbuatan pembelaan untuk itikad baik tidak bisa dijerat.

"Sebaliknya kalau dia beritikad buruk dan melanggar undang-undang maka bukan kriminalisasi (tapi, bisa dijerat)," terang dia.

Seperti diketahui, Fredrich Yunadi yang merupakan mantan pengacara tersangka kasus korupsi KTP-el, Setya Novanto ditahan oleh KPK lantaran mangkir dari pemanggilan penyidik KPK untuk diperiksa pada Jumat (12/1/2018).

Fredrich ditetapkan sebagai tersangka karena diduga menghalangi penyidikan terhadap Setya Novanto. Seusai ditahan, Fredrich membantah sangkaan KPK. Dia menuding tindakan KPK ini adalah untuk membumihanguskan dirinya. [ind]