Inilahcom Menuju DKI 1

Mega Berpidato tentang Bintang dan Sila Pertama

AHMAD FARHAN FARIS   Rabu, 10 Januari 2018 21:06 WIB
Mega Berpidato tentang Bintang dan Sila Pertama
(Foto: Istimewa)
SHARE
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri memberikan pidato HUT PDIP ke-45 di JCC Senayan pada Rabu (10/1/2018) yang lebih banyak membahas soal Pancasila.

"Saya ucapkan syukur bahwa akhirnya 1 Juni 1945 ditetapkan sebagai hari lahirnya Pancasila oleh Presiden Pak Jokowi (Joko Widodo)," kata Megawati.

Menurut dia, penetapan Hari Pancasila ini menjadi tonggak penting bukan hanya bagi PDI Perjuangan tapi juga bagi Indonesia. Makanya, Megawati menyebut sebagai rediscovery Pancasila dimana Pancasila yang mampu jadi bintang penuntun yang dinamis bagi Indonesia.

Megawati menceritakan pada 1 Juni 1945 Bung Karno (Soekarno) menyampaikan pidato politik luar biasa tanpa teks di hadapan sidang BPUPK. Namun, Bung Karno tak pernah mengatakan sebagai penemu Pancasila, tapi ia hanya mengatakan sebagai penggali Pancasila.

"Bung Karno berulangkali menemukan elemen-elemen yang selalu menonjol dari jiwa bangsa Indonesia yang disebut Pancasila," ujarnya.

Menurut dia, jika tak ada dalam jiwa masyarakat Indonesia maka tak mungkin Pancasila dijadikan dasar Indonesia berdiri di atasnya. Misalnya, sila pertama adalah jejak historis bangsa Indonesia yang menunjukkan bangsa ini percaya pada Tuhan Yang Maha Esa.

"Bagi Indonesia, ketuhanan adalah bintang penuntun utama sebagai bangsa yang mengejar kebajikan, kebaikan. Sebab itu, ketuhanan dimasukkan dengan nyata sebagai sila pertama," jelas dia.

Dalam pidato lahirnya Pancasila, kata Mega, Bung Karno mengamanatkan sila ini hendaknya negara Indonesia yang tiap-tiap orangnya bisa menyembah Tuhannya dengan leluasa, berkebudayaan dan hendaknya satu negara yang bertuhan.

"Pengalaman tersebut sangat penting dalam kehidupan bernegara bangsa," tandasnya. [ton]