Inilahcom Menuju DKI 1

Agenda Nonstop, Jokowi: Lelah Tapi Enggak Cape

RAY MUHAMMAD   Rabu, 15 November 2017 15:24 WIB
Agenda Nonstop, Jokowi: Lelah Tapi Enggak Cape
Presiden Joko Widodo (Jokowi) - (Foto: inilahcom/Ray Muhammad)
SHARE
facebook twitter

INILAHCOM, Manado - Presiden Joko Widodo (Jokowi) diketahui menjalankan agenda non stop selama dua pekan di awal November 2017.

Adapun agenda padat Jokowi dimulai sejak peresmian Ruas Tol Bekasi-Cawang-Kampung Melayu (Becakayu) Seksi 1B dan 1C: Cipinang-Jakasampurna di Jatibening, Jakarta Timur pada 3 November lalu.

Setelah itu, di hari yang sama pada malam hari Jokowi langsung melakukan kunjungan kerja ke Provinsi Jawa Tengah disusul dengan menyiapkan dan mendampingi putri semata wayangnya, Kahiyang Ayu menikah dengan Bobby Nasution pada 8 November, tanpa mengambil jatah cuti.

Usai acara pernikahan, Jokowi kembali ke Istana Bogor, Jawa Barat untuk menyambut kunjungan Presiden Korsel Moon Jae-in dan menyempatkan melakukan blusukan ke mal.

Keesokan harinya, Kepala Negara menghadiri Ziarah Nasional Hari Pahlawan di Taman Makam Pahlawan, Kalibata, Jakarta Timur. Kegiatan dilanjutkan dengan menghadiri pemberian nama dan uji coba terbang pesawat Nurtanio di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur.

Di hari yang sama, Jokowi melakukan kunjungan kenegaraan ke Vietnam dan Flipina pada tanggal 10 hngga 15 November untuk menghadiri KTT APEC dan KTT ASEAN.

Tanggal 15 November dini hari, Presiden RI tiba di Manado untuk menghadiri Kongres GMNI Ke-20 di Graha Gubernuran, Bumi Beringin, Manado, Sulawesi Utara.

Jokowi pun mengaku lelah dengan padatnya agenda yang dijalankannya selama dua pekan ini. Namun ia menegaskan bahwa apa yang dilakukannya merupakan tugasnya sebagai kepala negara.

"Kalau ditanya ya lelah tapi enggak cape. Saya kira tidak boleh ada kata cape. Sekarang ke Manado sekalian lewat karena kalau langsung ke sini lebih efisien," ujar Jokowi di Manado, Sulawesi Utara, Rabu (15/11/2017).

Ia pun mengingatkan bahwa kerja kerasnya juga harus dilakukan oleh jajaran menterinya lantaran banyak tugas negara yang masih perlu diselesaikan.

"Ya, pekerjaan kami memang banyak sekali yang harus diselesaikan. Mau enggak mau, kami harus kerja terus," tandas mantan Gubernur DKI Jakarta ini. [ton]