Inilahcom Menuju DKI 1

Sepekan Anies-Sandi, Diferensiasi Ahok & Djarot

R FERDIAN ANDI R   Selasa, 24 Oktober 2017 19:35 WIB
Sepekan Anies-Sandi, Diferensiasi Ahok & Djarot
Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dan Sandiaga Uno - (Foto: Inilahcom/Eusebio CT)
SHARE
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Genap satu pekan Anies Baswedan dan Sandiaga Uno menjabat sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta. Dalam sepekan terakhir ini, Anies-Sandi berkeliling ke sejumlah tempat di Jakarta. Ada pesan yang ingin disampaikannya ke publik. Di sisi lain, selama sepakan, Anies-Sandi tak lekang oleh kritik.

Satu pekan terakhir Anies-Sandi menjabat sebagai Gubernur-Wakil Gubernur DKI Jakarta seolah memberi pesan penting bagi publik Jakarta soal model kepemimpinan yang berbeda dari para tiga pendahulunya mulai Jokowi, Ahok hingga Djarot.

Sejumlah kebiasaan lama di era ketiga pendahulunya diubah oleh pemimpin baru DKI Jakarta ini. Sebut saja soal kehadiran warga DKI Jakarta yang mengadu permasalahan langsung ke Balaikota Jakarta. Kebiasaan tersebut akan dikurangi tujuannya agar memanfaatkan unit pemerintahan di level bawah seperti kelurahan termasuk kecamatan.

"Warga enggak selalu harus repot-repot di kantor gubernur. Tapi gubernur dan wagub tetap membuka," ujar Anies sehari setelah dilantik sebagai Gubernur DKI Jakarta di Balai Kota Jakarta, Selasa (17/10/2017).

Penegasan serupa juga disampaikan Sandiaga Uno. Sandi menyebutkan pihaknya tetap membuak diri menerima keluhan warga dengan catatan masalah yang disampaikan memang tidak bisa ditangani di level kelurahan maupun kecamatan. "Yang ke sini (Balai Kota) ini kalau memang sudah enggak tertangani di kelurahan atau di wilayah," sebut Sandi, di Balaikota, Selasa (24/10/2017).

Anies-Sandi di hari kedua juga melakukan pembukaan pelatihan kewirausahaan di Dinas UMKM DKI Jakarta. Tujuan keduanya hadir di acara tersebut untuk program pemberdayaan UMKM dan memasyarakatkan kewirausahaan. Setelah dari acara tersebut, keduanya mengunjungi proyek under pass yang terletak di Mampang dengan menggunakan transportasi publik yakni bus Transjakarta.

Pilihan kedua pemimpin baru Jakarta itu tentu tepat. Wilayah Mampang merupakan salah satu yang banyak dikeluhkan masyarakat karena kemacetan yang luar biasa akibat pembangunan proyek under pass. Maka dalam kunjungan ke proyek lainnya, Anies berharap agar penyelesaian berbagai proyek yang ada di wilayah Jakarta berjalan sesuai jadwal.

Menariknya, setelah kunjungan ke Mampang, Anies-Sandi menggunakan sepeda motor untuk pulang, Anies bertugas sebagai pengemudi, Sandi duduk di belakang Anies. Aktivitas Anies-Sandi ini direspons beragam oleh publik. Tidak sedikit yang mengapresiasi yang dilakukan pengganti Djarot ini. "Paling tidak, Gubernur mengetahui kondisi pengendara motor di jalanan. Agar tidak membuat kebijakan yang tidak menguntungkan pengendara motor," kicau salah satu netizen di laman Facebook.

Sehari berikutnya, Anies-Sandi mengunjungi dua sekolah dasar yakni SDN 04 Cawang dan SDN 07 Cawang di hari ketiga sebagai Gubernur-Wakil Gubernur. Anies yang juga mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan ini memotivasi anak-anak sekolah dasar itu untuk membaca buku. "Kita ingin mengirimkan pesan kepada semua, salah satunya prioritas utama kita adalah kualitas pendidikan," ujar Anies yang juga inisiator Indonesia Mengajar itu.

Pada Jumat (20/10/2017), Anies-Sandi mengunjungi proyek MRT di Jalan Fatmawati Jakarta Selatan. Saat itu, terdapat peristiwa menarik pertemuan Anies dengan pemilik lahan Mahesh yang merelakan tanahnya untuk dibongkar guna pembanguann proyek MRT. Secara simbolik, Anies dan Mahesh membongkar lahan yang berada di depan toko karpet milik Mahesh, keduanya pun saling berangkulan. Padahal, lahan Mahesh selama ini tak bisa dibongkar lantaran ia belum sepakat soal ganti rugi.

Pada akhir pekan lalu, Anies-Sandi juga menghadiri acara Tea Walk yang diinisiasi oleh Korps Pegawai Republik Indonesia (Korpri) Pemprov DKI Jakarta. Kehadiran dua pimpinan DKI Jakarta ini merupakan peristiwa langka karena selama lima tahun terakhir, gubernur dan wakil gubernur tidak pernah hadir dalam acara Korpri DKI Jakarta. Anies menyebutkan kehadirannya bersama Sandi untuk melakukan pembinaan dan pengembangan pegawai DKI Jakarta.

"Banyak yang baik. Ada pasti yang nakal, ada yang bermasalah, tapi justru tanggung jawab kita sebagai pimpinan untuk membina, mengembangkan, termasuk dalam soliditas, solidaritas dan kinerja," sebut Anies saat sambutan.

Sejumlah peristiwa penting selama sepekan ini memberi pesan penting soal gaya kepemimpinan yang ditampilkan kedua pemimpin baru Jakarta ini berbeda dengan tiga pendahulunya. Anies-Sandi juga memberi pesan soal sejumlah pekerjaan prioritas yang harus segera diselesaikan.

Hanya saja, dalam sepekan ini juga, setiap gerak gerik Anies-Sandi juga menjadi cermatan sebagian publik. Hal yang tidak penting menjadi penting untuk dibahas. Mulai soal sepatu kets Sandi yang dipakai selama sepekan ini yang dinilai tidak sesuai Peraturan Gubernur soal baju dinas. Termasuk gelang tangan Sandi yang juga banyak dicibir di media sosial. Namun soal ini menjadi pupus saat disandingkan dengan kunjungan kerja Presiden Jokowi yang kerap memakai sarung ke sejumlah tempat.

Helm yang dipakai Anies-Sandi saat meninjau proyek MRT di Jalan Fatmawati Jakarta Selatan yang bertuliskan Gubernur dan Wakil Gubernur juga disoal sebagian warga net. Tidak sedikit yang menilai, hal tersebut tidak lazim. Namun, gugatan ini juga ditepis dengan helm yang dipakai Presiden Jokowi yang juga bertuliskan Presiden.

Sepekan Anies-Sandi telah menghadirkan awal deferensiasi dalam hal kepemimpinan kerja di Jakarta. Di saat bersamaan, kritik publik atas hal yang tidak penting yang dilakukan Anies-Sandi juga memberi pesan penting, mata-mata Anies-Sandi bertebaran di mana-mana. Pesan moralnya, kedua pimpinan DKI Jakarta ini dituntut bekerja dengan baik dan benar. Jika ada yang menyoal sepatu, helm dan gelang, anggaplah itu lelucon di pekan pertama memimpin Jakarta.